Bagaimana cara mencegah 10 masalah utama pada Plasma Cutting?

07/01/2015 14:18

Dengan mengetahui secara detail masalah yang mungkin akan terjadi pada mesin plasma Anda, masalah yang terjadi pada saat produksi akan berkurang.Seperti pepatah lama yang mengatakan, "hitung dua kali, potong sekali" merupakan hal yang penting, tidak hanya untuk tukang kayu tetapi juga untuk operator plasma cutting. Kalimat tersebut bisa dirangkai kembali menjadi kalimat "periksa dua kali, potong satu kali" untuk plasma. Persiapan yang hati-hati, setup, dan perawatan dapat meringankan kerugian yang bisa terjadi.

Berikut ini adalah daftar solusi untuk beberapa masalah yang sering terjadi pada mesin plasma cutting.

1. Lepaskan bagian atau part yang terpakai habis (consumable parts) secara teratur. Seperti mengganti oli mesin kendaraan secara teratur lebih murah daripada mengganti mesin kendaraan. Hal ini juga berlaku pada mesin plasma, mengganti consumable parts (nozzle, elektroda dan swirler) lebih efektif secara biaya  dibandingkan mengganti torch. Memaksakan menggunakan nozzle dan eletroda dapat berakibat kepada arc yang tak terkontrol, yang dapat menyebabkan torch rusak.

Apa tandanya consumable parts tersebut harus diganti? Seringkali kita dapat melihat tandanya dari kualitas potongan yang jelek. Inspeksi visual juga penting. Jika pada nozzle terlihat oksida residu di bagian dalamnya, atau jika ada tanda congkelan dibagian luar dan dalam nozzle, itu tandanya nozzle perlu diganti.

Sedangkan untuk mengetahui apakah elektroda mesti diganti, cek pitting (lubang) pada elemen elektroda. Pitting tergantung gas yang digunakan, pitting tidak boleh melebihi 3/32 inch kedalamannya untuk oksigen atau udara, atau 1/8 inch untuk argon dan nitrogen. Jika lubang lebih dalam dari ketentuan tersebut, maka itu adalah saatnya elektroda diganti.

Terakhir, jika pemeriksaan pada bagian 'pengaduk gas' atau gas swirler ternyata terdapat retakan, terbakar, atau kotor atau berminyak didalam lubangnya, swirler perlu diganti.

2. Pasang torch dengan baik dan benar. Torch dapat bertahan dalam waktu yang lama dengan penanganan yang benar. Torch harus dipasang secara tepat dan pas/cocok. Hal ini untuk memastikan kontak elektrikal yang terjadi berjalan dengan baik, dan gas serta coolant mengalir melalui torch dengan benar.

Sebagai tambahan, ulir pada torch harus bersih, pastikan tidak ada kontaminasi partikel dari luar. Saat mengganti part, bagian habis pakai simpan di tempat yang bersih untuk mencegah torch terkena partikel atau kotoran.

3. Gunakan parts yang tepat. Pemilihan consumable parts tergantung kepada ampere potong dan gas plasma yang digunakan untuk setiap pekerjaan. Operator juga perlu membuat manual, untuk jenis pekerjaan tertentu, menggunakan jenis partnya apa. Penggunaan consumable parts yang tidak tepat dapat membuat umur pakai plasma berkurang dan mengurangi kualitas potongnya.

Lebih lanjut, part harus berjalan pada ampere yang tepat. Ampere sebaiknya diset pada 95 persen rating nozzle. Jika amper terlalu rendah, akan menyebabkan hasil potong tidak rapi. Namun jika terlalu tinggi akan mengurangi umur nozzle secara drastis.

4. Pastikan aliran gas dan coolant tepat. Aliran dan tekanan gas ataupun coolant sebaiknya dicek setiap hari. Jika aliran tidak cukup, consumable parts menjadi tidak terdinginkan secara baik dan mempengaruhi umur pakai part. Tekanan gas yang konstan penting untuk menjaga cutting arc. Tekanan gas berlebih adalah masalah yang umum untuk hard-starting, situasi dimana torch gagal untuk menghasilkan arc.

Begitu pula gas plasma harus tetap dijaga kebersihan dan kekeringannya. Kegagalan torch yang prematur dan umur pakai consumable parts yang pendek adalah 2 hasil yang berasal dari gas yang terkontaminasi.

5. Hindari aplikasi yang berlebihan saat pemberian campuran pelumas dan anti-spatter pada O-ring. Saat memberikan pelumas pada O-ring, gunakan pelumas secukupnya. Pelindung/shields mesti dilepas sebelum memberikan campuran anti-spatter pada parts.
   
Terlalu banyak pemberian material tersebut dapat mengkontaminasi torch, menghasilkan kegagalan torch prematur. Pada lapisan yang sama, grease atau pelumas lainnya jangan diterapkan ke torch, torch tidak butuh pelumasan.

Lebih jauh, pelumas dapat mengkonduksi listrik, yang akan mangganggu torch. Setiap campuran yang berlebih dapat menyumbat ring swirl dan menarik kotoran logam, yang dapat menyebabkan arc bermasalah.

6. Hindari menggunakan Torch sebagai martil. Apakah kamu mau membayar jutaan rupiah untuk membeli sebuah martil? Tentu saja tidak bukan. Torch tidak didesain sebagai martil dan jangan digunakan sebagai martil. Membanting torch ke benda kerja untuk melepaskan kerak atau potongan benda kerja dapat merusak torch.
 
7. Hindari tumbukan torch. Posisi yang tidak pas dan tumbukan dapat menyebabkan kerusakan torch. Tabrakan torch dengan benda kerja dapat dicegah dengan memprogram sistem pemotongan agar torch tidak menyentuh material kerja. Torch Height Control (THC) juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya tumbukan dengan benda kerja, dengan mengkoreksi berbagai ketinggian benda kerja. Selain itu pemisahan perangkat pemasang torch dapat mencegah kerusakan torch jika terjadi tumbukan.

8. Hindari peregangan arc. Jika arc harus diregangkan agar mencapai benda kerja, consumable parts akan gagal bekerja.  Kapan saja dimungkinkan, edge start lebih baik digunakan daripada pierce start. Saat melakukan edge start, arc plasma sebaiknya dinyalakan dengan posisi lubang nozzle berada diujung benda kerja.

Saat pierc start, set standoff 2 kali dari ketinggian yang digunakan untuk memotong, atau tinggi maksimum, yang dimungkinkan untuk terjadinya transfer arc. Waktu yang tepat untuk sinyal arc-off akan menghilangkan peregangan arc pada akhir pemotongan.

9. Mempertahankan standoff secara benar. Standoff ditentukan oleh ketebalan material yang dipotong. Dengan mempertahankan tandoff secara benar, arc mampu mengalir secara tepat; terlalu tinggi atau terlalu rendah standoff dapat merusak torch atau benda kerja.

10. Bersihkan torch secara rutin. Ini penting untuk operator melihat tanda torch yang terkontaminasi. Ulir luar dan ulir dalam pada torch harus senantiasa bersih dan dalam kondisi bagus. Jika dibutuhkan, ulir dapat di tap ulang.

Area tempat nozzle dan elektroda berdiri harus selau dibersihkan jika area tersebut kotor.
Untuk membersihkan torch gunakan lap kain atau kapas dan cairan pembersih komponen elektrikal seperti hidrogen peroxide.

Kesimpulan :

Pengoperasian yang tepat mesin plasma cutting dapat menghemat waktu dan mengurangi biaya. Pengoperasian yang tepat juga dapat menghasilkan kualitas pemotongan yang baik dan umur pakai mesin menjadi lebih lama.